Home / Hot news / Yuk, Jadi Pasukan Pembela Kebersihan Lingkungan!

Yuk, Jadi Pasukan Pembela Kebersihan Lingkungan!

www.lygiapecanduhujan.com – Urusan sampah, saya selalu agak keras, terutama pada ketiga anak yang sejak kecil hobi banget buang sampah sembarangan di rumah. Tiap jajan makanan atau minuman ringan, sampahnya mereka buang begitu saja di manapun mereka ada. Di ruang TV, dapur, kamar, ah, pendek kata, saya sebagai emak super ~celingukan cari kostum yang pas~ harus terus waspada 24 jam di rumah, siap siaga mengawasi sampah-sampah yang bertebaran, dan ketika mata elang emak menemukan sedikit saja sampah yang tidak pada tempatnya, langsung gelegar suara akan terdengar seantero bumi, “Ini sampah bekas siapa? Ayo, buang ke tempatnya!” Selain rumah bersih, kesehatan anak-anak pun terjaga.
Ketika anak-anak beranjak besar, mereka sudah tidak heran ketika melihat di banyak sudut rumah terdapat gantungan berupa kantong kresek. Mereka sudah sangat hafal bahwa fungsinya adalah sebagai tempat sampah. Ya, saya tahu, bahan baku plastik itu sendiri masih diprotes sebagai bahan yang tidak dapat didaur ulang, tapi saat itu saya berpikir, yang penting ada tempat sampah darurat di banyak tempat di rumah saya, supaya anak-anak tidak membuang sampah bekas mereka sembarangan sesuka hati.

 

Sejak Kecil si Bungsu Sudah Belajar Mengenai Kebersihan
Sejak Kecil si Bungsu Sudah Belajar Mengenai Kebersihan

 

Ipank&Sampah
Si Bungsu Juga Sudah Familiar Dengan Para Petugas Kebersihan di Lingkungan Rumah

Beberapa tahun belakangan ini, saya juga mulai cerewet soal buang sampah sembarangan. Awalnya sih sederhana, karena nama pena saya, Lygia Pecanduhujan. Saking candunya pada hujan, saya sering sensitif jika ~terutama di musim hujan~ banyak orang yang berkomentar, “Gara-gara hujan besar semalam, jalanan jadi banjir nih!”. Hellow, banjir itu bukan karena hujan keleuuuss! Banjir, jelas-jelas terjadi antara lain karena banyak sampah yang dibuang sembarangan. Betul tidak? Betchuuuuul!
Berbicara tentang pencemaran lingkungan hidup, berarti bicara juga tentang limbah sampah, terutama limbah domestik yang berasal dari sampah rumah tangga, perkantoran, di jalanan dan lain-lain. Tahukah anda kalau 70% pencemaran lingkungan hidup berasal dari limbah domestik tersebut? Indonesia, tercatat sebagai negara dengan volume sampah  sebesar 200.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.000 ton adalah sampah non organic atau sampah plastic, namun dari jumlah yang fantastis tersebut, yang berhasil didaur ulang hanya 10.000 ton.
Jangankan peduli atau mengetahui tentang Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, saya sering bertemu dengan manusia-manusia di dalam angkot atau kendaraan umum lainnya yang mengaku pecinta alam namun nyata-nyata masih seenaknya membuang sampah sembarangan di dalam angkot. Seolah tidak peduli siapa yang akan membersihkannya.
Well, emang situ kasih ongkos lebih untuk para supir kendaraan umum yang kendaraannya kalian siksa dengan kotoran-kotoran sisa makanan kalian? Menurut kalian, siapa yang bakal membersihkan sampah-sampah tersebut? Apa semua supir akan peduli dan membuang sampah-sampah itu pada tempatnya? Belum tentu! Bisa jadi pada saat mereka harus membersihkan kendaraannya dan menemukan banyak sampah berserakan, mereka hanya akan ngedumel lahir batin dan membuang sampah-sampah itu seenaknya keluar dari mobil, ke jalanan. Bodo amat, yang penting mobil gue bersih!

Penumpang Sering Buang Sampah Begitu Saja di Dalam Angkot, Kemana Hati Nuraninya?
Penumpang Sering Buang Sampah Begitu Saja di Dalam Angkot, Kemana Hati Nuraninya?

Sejak tahun 2010, saya mulai lebih aware terhadap persoalan sampah ini. Selain karena cinta kebersihan, saya juga ingin jadi bagian dari mereka yang mau berbuat dengan tindakan, untuk menjaga lingkungannya sendiri. Itu sebabnya, saya membuat satu gerakan komunitas yang saya beri nama Pasukan Pembela Kebersihan (P2K). meski gaung dari komunitas ini tidak terdengar, namun setidaknya tujuan saya mengajak teman-teman dan kerabat untuk menjadi bagian dari komunitas ini dengan cara menyimpan sendiri sampahnya saat berada di tempat-tempat umum terutama di kendaraan umum sudah berjalan perlahan-lahan.
Kembali kepada aturan pemerintah, sebenarnya pemerintah sudah memiliki program Bank Sampah lho. Ada tiga jenis sampah yang dikelola oleh Bank Sampah ini, yaitu Sampah Organik, Sampah Non Organik, dan Sampah B3. Namun, program Bank Sampah ini tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tidak kita mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.
See? Mudah bukan bagi kita untuk membantu pemerintah menanggulangi masalah sampah ini? Cukup dimulai dari diri sendiri dan di lingkungan sendiri aja kok ….
Nah, pada 12 April 2016 lalu, PT. Sido Muncul Tbk melalui produk Tolak Linu Herbal meluncurkan sebuah iklan layanan masyarakat Peduli Lingkungan yang mengambil tema “Lakukan Hal Sederhana dengan Cinta yang Besar”. Iklan ini adalah versi kedua setelah iklan pertamanya diluncurkan beberapa waktu yang lalu. Bukan tanpa alasan Sido Muncul membuat iklan dengan bintang Iklannya Tantri “Kotak” ini. Iklan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, untuk membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus beramal dengan cara membantu para pemulung yang mencari nafkah di tempat-tempat pembuangan sampah.
Peresmian Iklan Peduli Lingkungan Hidup dengan tema “Lakukan Hal Sederhana dengan Cinta yang Besar” ini, dilakukan oleh Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, Walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji.

IMG_20160412_135814
Dirut PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, Sedang Menjelaskan Kepada Ibu Menteri Tentang Iklan Tolak Linu Herbal Edisi Terbaru

 

Foto8

 

foto7
Selain itu, banyak media cetak dan tak lupa beberapa orang blogger turut hadir menyaksikan acara peluncuran iklan tersebut yang mana di kegiatan itu juga sekaligus ada sumbangan 2 (dua) buah gerobak sampah untuk wilayah Cipete dan sekitarnya.
Dalam iklan ini, Tantri Kotak sebagai bintangnya menganjurkan kepada masyarakat untuk menyediakan tempat sampah terpisah antara sampah organic dan sampah non organic dengan memberikan label pada masing-masing tempat sampah agar tidak tertukar pada saat kita membuang sampah. Tantri juga mengajak masyarakat untuk mengelompokkan sampah dapur (sisa sayuran, buah, bumbu, dll) yang bisa dibuat kompos, dengan sampah plastic, kertas, kaleng, secara terpisah agar bisa diambil pemulung untuk dijual.
Bapak Irwan Hidayat selaku Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk mengharapkan agar dengan adanya iklan peduli lingkungan ini, maka kesadaran masyarakat akan tumbuh, dan dengan hal yang sederhana dapat membantu pemulung dalam meningkatkan pendapatannya. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk peduli terhadap lingkungan dan kebersihan dimulai dari rumah masing-masing.
Hal ini sesuai dengan tagline pada iklan ini: “Ayo Peduli Lingkungan dengan memilah-milah sampah sekaligus beramal membantu mereka. Kalau Pegal  dan Linu, Orang Bijak Minum Tolak Linu Herbal dari Sido Muncul”.

foto 1
Saat Menghadiri Undangan Peluncuran Iklan Tolak Linu Herbal Sido Muncul
Foto5
Bersama Teman-teman Bloggger Saat Peluncuran Iklan Tolak Linu Herbal Sido Muncul
Foto6
Tagline yang Diusung Oleh Tolak Linu Herbal Sido Muncul dan Diapresiasikan Lewat Komik

Foto 2

 

Foto3
Bersama Teman-Teman Blogger Lainnya yang Menghadiri Peluncuran Iklan Tolak Linu Herbal

Jujur, saya sangat semangat ketika mengikuti kegiatan peluncuran Iklan terbaru dari Tolak Linu Herbal ini sebagai blogger. Bukan hanya karena bisa bertemu secara langsung dengan Ibu Menteri, Bapak Dirut Sido Muncul, dan rekan-rekan sesama media dan blogger, namun karena semangat dari iklan ini sangat sesuai dengan kampanye yang sedang saya lakukan di lingkungan terdekat saya sejak tahun 2010 yaitu Ayo Menjadi Pasukan Pembela Kebersihan di lingkunganmu sendiri!

About LygiaPecanduhujan

Check Also

dfrsrv

3 Kunci Buat Acara Nobar Kamu Sukses

Lygiapecanduhujan.com – Acara nobar biasanya dibuat oleh salah satu cafe untuk menarik pengunjung. Tujuan lainnya …

3 comments

  1. Memang tugas kita sebagai Emak-emak ya ^_^

  2. Iya, Teh. Tugas kita sebagai emak-emak ^_^

  3. Pernah negor orang yang buang sampah seenaknya di dalam angkot ehh malah dia yang lebih galak hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *