Home / Hot news / Weekend Tak Terlupakan di Ashley Hotel Jakarta: Dari Skandal Kamar Mandi Hingga BloggerDay 2018

Weekend Tak Terlupakan di Ashley Hotel Jakarta: Dari Skandal Kamar Mandi Hingga BloggerDay 2018

Weekend Tak Terlupakan di Ashley Hotel Jakarta: Dari Skandal Kamar Mandi Hingga BloggerDay 2018. Terhitung, sejak menikah 3 bulan yang lalu, saya belum pernah memiliki kesempatan berlibur dan traveling berdua suami. Honeymoon, kata para pujangga mah. Hari-hari kami langsung diisi dengan beragam pekerjaan yang menyita waktu. Mulai dari merintis sebuah bisnis bersama, mengurusi Abah yang sedang sakit keras, hingga mengurusi studio musik milik salah satu sahabat. Belum lagi, 3 malaikat hati saya yang akhirnya merasakan kembali memiliki sosok ayah dalam hidup mereka, seringkali berebut minta perhatian dari ayah barunya itu.

“Whuaaaaaa …. Saya butuh piknik!” Begitu kadang saya ingin berteriak di sela kesibukan yang seolah tak ada hentinya itu. Namun, sepertinya menyelipkan waktu untuk berlibur berdua suami di sela kesibukan yang begitu padat sungguh merupakan hal yang tak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Padahal hasrat untuk mengangkat ransel dan bekpekeran kembali seperti waktu sebelum menikah dulu sudah demikian menggebu dalam jiwa ~tsaaah~.

Rupanya Allah sangat sayang pada hambaNYA yang cantik jelita, imut, lucu nan menggemaskan ini, karena tanpa dinyana, tiba-tiba kesempatan untuk mlipir sejenak dari kerasnya kehidupan nyata ~bukanlebay~ ada begitu saja di depan mata. Dimulai dari tanpa sengaja membaca sebuah postingan di Facebook Group Blogger Crony tentang gelaran Bloggerday 2018 di Ashley Hotel Jakarta pada 17 Maret 2018, mata saya tertambat pada postingan tentang adanya kesempatan bagi para BloggerPreneur ~yaitu blogger yang sedang atau telah memiliki bisnis~ untuk mempekenalkan produknya masing-masing di acara BloggerDay 2018 tersebut. Yippie! Kesempatan emas bagi Magia Cascara ini tentu saja tak saya sia-siakan.

Bismillah, saya pun mengisi formulir pendaftaran, dan tak lama kemudian dinyatakan lolos dan berhak ikut event seru tersebut. FYI, yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan BloggerCrony Community 3rd Anniversary ini membludak lho, namun sayangnya kapasitas hanya tersedia untuk 100 orang blogger saja, dan Alhamdulillah saya terpilih.

Karena kegiatan ini akan dilangsungkan di Ashley Hotel Jakarta, saya pun mulai hunting Hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat. Saya dan suami berencana memanfaatkan kesempatan ini untuk sekaligus berlibur berduaan, sesuatu yang memang telah lama kami impikan. Karenanya, saya sungguh serius mencari hotel yang nyaman, dekat dengan lokasi acara, dan tentunya dengan harga yang terjangkau isi dompet #BloggerKeder macam saya ini.

Awalnya, saya dan suami berencana menginap di Ashley Hotel saja, supaya kami tak perlu kerepotan pindah hotel ketika Sabtu pagi saya harus mengikuti kegiatan. Namun, di situs pemesanan online langganan, semuanya menyatakan bahwa kamar di Ashley Hotel sudah penuh.

Kami pun memutuskan untuk hunting penginapan murah yang lokasinya tak jauh dari Ashley Hotel. Huufft, kebanyakan room ratenya di atas 800-ribuan. Sekalinya ada yang murah, seluruh kamarnya sudah full booked. Bête, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mencari sekali lagi kamar di Ashley Hotel namun di situs pemesanan yang berbeda. Aha! Di sana terpampang nyata fakta bahwa Ashley Hotel memiliki kamar yang masih kosong di tanggal kedatangan kami, dan tak hanya itu, kami juga mendapat special diskon sebesar 30% dari situs tersebut! Hurraaaay, asli, saya langsung jingkrak-jingkrakan saking senangnya.

PERJALANAN YANG MELELAHKAN DAN SURGA SETELAHNYA

Dan, hari yang dinanti-nantikan pun tiba. Jumat, 16 Maret 2018, saya dan suami berangkat menggunakan Kereta Api dari Stasiun Bandung pada pagi hari. Tak banyak bawaan yang kami angkut dalam dua ransel kami selain Laptop, pakaian ganti, beberapa charger, colokan listrik, dan tentunya beberapa toples Magia Cascara, produk Teh dari Kulit Kopi yang kami produksi. Kami turun di Stasiun Gambir dan memilih menggunakan jasa taksi online sebagai sarana menuju ke Ashley Hotel.

Ashley Hotel yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 73-75. Menteng ini sangat mudah dijangkau dari Stasiun Gambir, tepatnya hanya sekitar 3,6 km saja dan hanya membutuhkan sekitar Rp. 17,000 untuk membayar taksi online yang kami naiki. Di dalam mobil saya benar-benar menyandarkan tubuh karena sangat lelah, sementara suami dengan sabar mengelus-elus kepala saya yang sedang terkantuk-kantuk sambil melihat ke sekeliling menyaksikan perubahan pesat yang dialami oleh Ibukota Jakarta ini setelah belasan tahun saya tinggalkan.

Jakarta di akhir pekan, makin cantik, makin berhias, namun juga makin padat dengan begitu banyak kendaraan lalu lalang entah menuju kemana. Jumat sore di Jakarta, selalu menjadi waktu yang panjang bagi setiap orang karena lalu lintas seringkali menjadi super macet terutama di jalan-jalan protokol. Maklum, setiap orang ingin bergegas pulang menemui keluarga tercinta dan menghabiskan akhir pekan bersama. Banyak di antara mereka yang menjadi tidak sabaran. Suara klakson kendaraan bermotor saling sahut menyahut seolah hendak berteriak, “Maju dong, saya buru-buru nih!”

Jarak dari stasiun Gambir menuju Ashley Hotel yang sebenarnya singkat saja, senja itu lumayan lama rasanya kami tempuh. Mobil yang membawa kami berbelok ke Jalan Wahid Hasyim setelah melewati pusat pertokoan Sarinah. Sejenak saya teringat, bahwa dulu Sarinah adalah tempat nongkrong favorit saya dan sahabat-sahabat saat kami masih duduk di bangku SMP dan SMA. Well, times flew away

“Neng, ayo turun. Sudah sampai nih,” sebuah elusan singkat di bahu menyentakkan saya dari lamunan masa lalu. Saya tersentak kaget dan buru-buru merogoh dompet di tas selempang kemudian membayar sang supir dengan sedikit bonus. Alhamdulillah, hampir pukul 5 sore akhirnya kami tiba juga di Ashley Hotel.

Begitu kaki kami menjejak area halaman depan Hotel, saya dibuat takjub dengan penampakan hotel bisnis yang berada di bawah manajemen Prima Hotel Indonesia ini. Eksteriornya yang modern dan elegan membuat Ashley Hotel Jakarta patut saya nobatkan menjadi salah satu butik hotel paling bergaya di kawasan bisnis dan wisata di wilayah Jakarta Pusat.

(Photo Dokumen Pribadi)
(Photo Dokumen Pribadi)

“Masya Allah, serasa ada di surga ya, A. Maksudku, setelah perjalanan panjang kita hari ini lho,” ungkap saya pada suami yang sibuk membawa barang-barang kami. Suami hanya manggut-manggut. Entah karena kelelahan atau bosan mendengar celotehan saya sejak dari Bandung mula.

LEMONGRASS DAN SAMBUTAN AKANG GANTENG

Begitu kami masuk ke area Lobby hotel, sapaan hangat dari para Staff yang ada serta semerbak wewangian aroma therapy yang memenuhi ruangan segera menyambut. Sesuatu yang sampai saat ini belum pernah saya temui di hotel manapun yang pernah saya datangi. Ya, baru di Ashely Hotel inilah hidung saya dimanjakan oleh wewangian khas sejak pertama kali membuka pintu kaca. Mungkin bukan kebetulan kalau wewangian yang saya nikmati ini adalah wangi favorit saya sepanjang masa. Wangi Lemongrass alias Sereh. Aromanya lembut, sekaligus membuat saya merasa ada di istana para raja.

Saya langsung menuju FO untuk check-in sementara suami mengikuti dari belakang sambil matanya berkeliling menatap lobi hotel yang sangat luas. Di FO, saya dilayani oleh seorang lelaki ganteng yang sangat ramah. Saya angkat dua jempol saya tinggi-tinggi untuk keramahan yang disuguhkan oleh para garda depan di Ashley Hotel ini. Salute! Mendengar saya dan suami menggunakan bahasa sunda untuk berkomunikasi, si Ganteng itu pun tiba-tiba mengajak saya menggunakan bahasa yang sama.

Tuh kan, Akang Gantengnya Ada (Photo Dokumen Pribadi)

“Teteh, Akang, Mangga. Kamarna nomor 322, aya di lantai tilu, nya. Wifi tidak perlu pakai password. Besok sarapan untuk dua orang ada di Adele Restaurant, letaknya di samping, setelah lift.”

“Baiklah, Akang. Sekarang selfie dulu yuk. Kapan lagi lho, bisa foto bareng penulis berbakat professional seperti saya.” Dengan pedenya saya kemudian mengajak si Akang Ganteng untuk selfie sementara suami dengan pasrah menjadi juru foto kami. Akang ganteng pun tertawa sangat ramah.

Setelah proses check-in yang cukup mudah, cepat, dan menyenangkan karena penuh tawa, kami pun menuju lift yang akan mengantar kami ke kamar 322 yang ada di lantai tiga. Oh iya, kami mendapat welcome drink berupa dua botol air mineral dingin di FO. Sambutan memuaskan sejak dari pertama kali menjejakkan kaki di hotel ini, membuat kami merasa sangat nyaman. Tak salah memang jika Ashley mengklaim sebagai hotel yang paling mengerti apa yang tamu butuhkan.

Sepanjang jalan menuju lift, saya sempat mengamati lobi secara lebih detail. Ada 2 buah Imac berwarna putih nan elegan menyambut para tamu di sisi kanan lobi, siap digunakan untuk menjelajah ruang-ruang maya bagi para tamu yang membutuhkan informasi apapun. Di dominasi oleh warna-warna cokelat tua dan muda, tiap dindingnya dipenuhi detail hiasan bak karya seni. tiga sofa besar nan nyaman dengan aneka bacaan di atas meja yang tersebar di tengah serta sisi kanan dan kiri lobi, membuat para tamu pasti akan betah menunggu selama apapun di sana.

Setiap sudut lobi sepertinya didesain sedemikian rupa agar tampak instagramable, cocok untuk menjadi latar foto bagi para tamu yang pastinya akan dengan senang hati berselfie-ria di tempat secantik itu. Tepat di depan lift, ada sebuah rak berukuran super besar yang dipenuhi beragam hiasan bergaya moden, minimalis dan kiyut banget. Sepanjang langkah-langkah singkat kami menuju lift, saya tak bosan memanjakan mata saya dengan desain interior yang dimiliki oleh Ashley Hotel. Juwara banget!

Photo By Ashley Hotel

 

Oh iya, sebelum naik ke lift, saya sempat mampir ke rest room yang terletak di samping Meeting Room Downing 10. Toiletnya super bersih, sangat wangi, dan bikin nyaman. Dengan harga yang saya bayarkan untuk menginap di hotel ini, rasanya fasilitas dan kenyamanan yang saya rasakan benar-benar jauh di atas ekspektasi saya.

SUPERIOR ROOM & INSIDEN KAMAR MANDI DINI HARI

Kamar kami yang terletak di lantai tiga memiliki perabotan yang terlihat masih serba baru. Ya, dengan usia Ashley Hotel yang baru genap satu tahun berdiri, kamar ini termasuk sangat terawat dan terasa sekali pihak Ashley memerhatikan betul segala detail demi kenyamanan para tamunya.

Dengan total 186 kamar, Ashley Hotel hadir dengan lima pilihan yang terbagi kedalam type kamar Studio, Executive, Deluxe, Superior, dan Ashley Suite. Seluruh rancangan kamar ini telah di lengkapi dengan smart LED TV 40”, akses internet super cepat diseluruh area, mini-bar, coffee & tea maker, exclusive amenities, tempat tidur berstandar Internasional dengan kenyamanan dari King Koil, hingga kecanggihan audio besutan JBL Horizon.

Ranjang King Koil (Photo Dokumen Pribadi)

 

Ada Yang Narcis! (Photo Dokumen Pribadi)

 

Kami mendapatkan kamar type Superior di mana sebuah kasur ukuran besar dengan dua bantal nan empuk menyita pandangan kami ketika pertama kali memasuki kamar. Lemari pakaiannya kecil namun tinggi hingga ketika dibuka menjadi sangat lapang bagi kami untuk menempatkan berbagai barang bawaan. Tak hanya itu, yang membuat mulut saya berdecak kagum saat “inspeksi” di dalam kamar adalah kenyataan bahwa dalam kamar yang tak seberapa luas itu, terdapat meja kerja yang dilengkapi dengan kursi empuk yang tentu saja akan sangat nyaman untuk dipakai bekerja.

Meja dan Kursi yang Nyaman Untuk Bekerja (Photo Dokumen Pribadi)

(Lagi-lagi) tak salah memang jika Ashley disebut sebagai hotel bisnis, tempat favorit bagi para pebisnis dan kaum professional untuk menginap selama di Jakarta. Di bagian atas meja, ada coffee and tea maker lengkap dengan cangkir dan beberapa sachet kopi, cream, gula dan teh serta dua botol air mineral menyertainya. Sedang di bagian bawahnya ada kulkas mini, tempat saya bisa menyimpan minuman yang dibawa agar nikmat direguk di hawa Jakarta yang sedemikian panasnya.

Ada jendela lebar yang memenuhi nyaris sebagian besar dinding tepat di hadapan meja. Gordennya yang menjuntai dari atas hingga ke lantai terbuat dari bahan serupa satin tebal yang nyaman. Di meja yang terletak di sisi ranjang King Koil kami, terdapat sebuah speaker bluetooth JBL Horizon yang sekaligus berfungsi sebagai penunjuk waktu. Wow, fasilitas super!

Speaker Bluetooth JBL Horizon Nan Elegan (Photo Dokumen Pribadi)

Memasuki kamar mandi standing shower yang menggunakan kloset duduk, saya langsung merasa nyaman, karena di sana tersedia handuk putih lembut berukuran besar. “Ini mah handuk fasilitas bintang lima, A!” Seru saya ketika melihatnya. Ya, karena handuk yang biasa saya temui di hotel-hotel lain biasanya berukuran kecil hingga tak mampu menutupi tubuh saya yang lebar ini. Hahaha, jujur banget ya? Peralatan mandi lengkap. Dua handuk, sebuah keset, sikat gigi dan pastanya, body lotion, hingga sabun dan shampoo tersedia di sana.

Kamar Mandi Yang Nyaman (Photo Dokumen Pribadi)

Overall, saya dan suami sangat puas dengan type kamar yang kami tempati. TV Kabelnya juga memiliki film-film box office yang membuat saya dan suami malam itu akhirnya memilih untuk begadang semalam suntuk hingga terjadilah insiden kamar mandi yang fenomenal.

Jadi, begini ceritanya. Pukul lima pagi, saya sudah siap hendak menuju ke Adele Dinning Room untuk sarapan. Karena suami baru saja tidur, jadi jatah sarapannya saya berikan untuk salah satu blogger yang akan ikut hadir di acara Blogger Day Sabtu itu. Saat sedang bersiap-siap itulah tiba-tiba ada telepon masuk ke HP suami. Melihat si cinta tertidur sangat lelap, saya memutuskan untuk mengangkatnya. Ternyata dari seorang sahabat kami, menanyakan kami ada di mana. Saat saya sedang asyik mengobrol di telepon, lewat sudut mata saya lihat suami terbangun dan beranjak dari ranjang. Pasti menuju kamar mandi, pikir saya sambil melanjutkan obrolan.
Baru saja menutup telepon, tiba-tiba suara bel kamar memecahkan kesunyian dini hari itu.

“Ting Tong!”

Saya terhenyak kaget. Sumpah, nyaris saja saya berteriak saking kagetnya. Siapa yang bertamu pagi-pagi buta seperti itu? Bukankah tidak ada seorang pun yang tahu nomor kamar kami? Dan, biasanya Cleaning Service baru akan menawarkan untuk membersihkan kamar di atas pukul delapan.

“Ting Tong, Ting Tong!” suara bel kembali terdengar nyaring membuyarkan pikiran saya. Dengan deg-degan ~mungkin karena kebanyakan nonton film horror~ saya memutuskan untuk membuka pintu. Bismillah, semoga yang berdiri di depan pintu kamar bukan sosok hantu menyeram ….

Belum habis pikiran saya menyelesaikan kalimat terakhir, pintu sudah terbuka dan masuklah suami dengan mata tertutup sambil terhuyung menuju ranjang.

“Lho, A. darimana? Bukannya tadi ada di kamar mandi?” Saya panik bertanya. Logikanya, kalau suami ada di luar kamar, berarti yang ada di dalam kamar mandi siapa dong? Telinga saya tiba-tiba menyadari bahwa sedari tadi tak ada satu suara pun keluar dari dalam kamar mandi itu.

Suami menghenyakkan tubuhnya ke atas ranjang yang empuk, sambil mengangkat selimut. Lirih suaranya terdengar sayup-sayup di telinga.

“Salah masuk.”

Singkat, jelas, padat, namun mampu membuat saya terbahak-bahak hingga nyaris terguling saking gelinya. Rupanya, suami terbangun karena ingin buang air kecil. Alih-alih masuk ke kamar mandi yang pintunya tepat di sebelah pintu masuk, ia malah membuka pintu kamar dan menutupnya. Saat di luar kamar, ia celingukan. Lho kok, nggak ada toiletnya? Washtaffelnya ngilang kemana? Dan saat itulah ia baru sadar bahwa rupanya bukannya masuk ke kamar mandi ia malah terkunci di luar kamar. Ya Allah, kenapa adegan persis seperti di film serial Mr. Bean harus saya alami juga ya?

PUSAT KULINER DAN SHOPPING CENTRE

Selama satu malam menginap di Ashley Room, saya dan suami merasa betah dan nyaman luar biasa. Ini dikarenakan fasilitas dan service yang kami dapatkan layaknya ada di hotel bintang lima. Ashley Hotel yang sempat dinobatkan sebagai hotel dengan jumlah kamar dan ruang meeting terbanyak di wilayah Wahid Hasyim Menteng ini memiliki 186 kamar dan 11 meeting room, serta sebuah ballroom yang siap menampung hingga 500 orang di bulan Juli nanti.

Tak hanya itu, Ashley pun mengedepankan istilah Broandband, Bed, and Breakfast karena setiap tamu yang datang ke hotel akan langsung terhubung dengan wifi yang memiliki koneksi super ngebut tanpa harus menggunakan password. Selain keunggulan fasilitas kamar yang memang sudah saya buktikan sendiri kebenarannya, ruang meeting di Ashley Hotel Jakarta juga mampu menampung banyak orang dengan sistem break-out room dan kecanggihan teknologi yang dirancang di dalamnya untuk disesuaikan dengan beragam event dan kebutuhan mulai dari presentasi bisnis, seminar, maupun social event.


Terletak di jantung kota Jakarta, Ashley Hotel sangat strategis karena sangat dekat dengan banyak pusat-pusat kuliner dan perbelanjaan serta wisata lainnya. Ini nih beberapa pusat perbelanjaan serta obyek wisata yang dekat dari hotel:

• Monas – 22 menit jalan kaki
• Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta – 36 menit jalan kaki
• Sarinah Jakarta – 6 menit jalan kaki
• Taman Alam Lumbini – 6 menit jalan kaki
• Bundaran HI – 16 menit jalan kaki
• Plaza Indonesia – 16 menit jalan kaki
• Pasar Tanah Abang – 17 menit jalan kaki
• Patung Selamat Datang – 18 menit jalan kaki

Yang lebih istimewa, cukup dengan berjalan kaki beberapa menit saja, tepatnya berbelok ke kanan dari lampu merah yang hanya beberapa langkah dari lokasi hotel, kita akan tiba di Jalan Sabang, itu lho pusatnya wisata kuliner terutama di malam hari. Di sana ada banyak tempat kuliner yang enak dan memanjakan lidah. Restoran serta Café hingga warung kopi pun banyak bertebaran di sisi kanan dan kiri hotel. Surgaaaa banget deh pokoknya!

SENSASI MAKAN PAGI DI ADELE DINING RESTAURANT & KESERUAN BLOGGERDAY 2018

Ketika ditanya kesan saya setiap kali menginap di sebuah hotel, yang tak habis saya bahas selain kenyamanan kamar tidur adalah sarapannya. Ya, banyak hotel berbintang yang pelayanannya oke, harga pun cukup mahal untuk ukuran kantong seorang backpacker keder macam saya, namun sarapannya mengecewakan. Jika kamar dan makanannya meninggalkan kesan untuk saya, nyaris bisa dipastikan saya akan kembali menginap di hotel tersebut di waktu-waktu lainnya. Tak hanya itu, biasanya saya akan sibuk bercerita ke sana-kemari tentang “kenikmatan hakiki” itu dan merekomendasikannya kepada kerabat dan teman yang sering menanyakan tentang hotel kepada saya.

Adele Dining Room Restaurant terletak di lantai 1 Ashley Hotel Jakarta. Ketika memasuki resto, telinga saya dimanjakan dengan lagu-lagu penyanyi kesayangan saya, Adele, yang diputar dengan volume sedang. Variasi menu sarapannya sangat beragam, mulai dari masakan khas Indonesia hingga Western. Selain menyediakan menu-menu sarapan, makan siang atau malam dalam bentuk buffet, Adele Dining Room juga menyediakan menu-menu ala Carte. Ada yang unik nih, konsep yang diusung oleh Adele adalah Open Kitchen, di mana saat kita order makanan, kita dapat melihat langsung para Chef memroses dan mengolah makanan yang kita pesan, sehingga kita dapat mengetahui cara membuat dan kualitas makanan itu. Bagaimana, Unik kan?

 

(Photo Dokumentasi Pribadi)

 

(Photo Dokumen Pribadi)

 

Ada dua ruang makan di Adele. Indoor dan Outdoor (Smoking area). Pukul 12 siang, setelah check-out dan menanti saya yang masih asyik menikmati keseruan BloggerDay 2018 di Meeting Room Downing 10, Suami saya memilih duduk di bagian outdoor dan menikmati secangkir Vietnam Drip yang katanya enak bingitz. Saya sempat menemaninya sejenak, sambil memesan French Fries yang rasanya crunchy. Enak. Jangan bayangkan bahwa menikmati makan siang di bagian Outdoor akan terasa panas. langit-langit yang tinggi dan terbuka membuat bagian outdoor dari Adele Dining Room ini terasa nyaman, adem, dan bikin betah.

Terus terang, saya menyukai menu sarapan yang ada di Ashley Hotel. Jarang-jarang saya betah duduk di resto dan menghabiskan menu sarapan yang saya pilih tanpa sisa. Di Adele, piring saya licin karena isinya tandas masuk perut. Olala, benar-benar maknyuuss!

 

(Photo Dokumen Pribadi)

 

Sehabis sarapan, saya langsung beranjak ke Downing 10, tempat BloggerDay 2018 yang digelar oleh Blogger Crony Community akan digelar. Rupanya, saya bersama beberapa orang teman blogger lainnya menjadi salah satu dari mereka yang pertama kali hadir saat itu, hingga kami masih sempat menikmati pepotoan sepuasnya di photobooth cantik yang dipersembahkan oleh Alfa Kreasi. Tak hanya saya yang selfie, Magia Cascara pun ikutan tanpa malu-malu selfie di photobooth keren itu.

Magia Cascara di Photobooth Alfa Kreasi (Photo Dokumen Pribadi)

 

Perut saya yang sebelumnya sudah kenyang terisi makanan enak dari Adele Dining Room rupanya masih belum berpuas diri. Meski sekuat tenaga mencoba bertahan, namun apa boleh buat, harum pastry dari Ann’s Bakehouse yang berasal dari meja panjang di depan ruangan menjadi godaan termanis yang tak mampu saya tolak. Sepotong pastry berisi cokelat pun segera lenyap memasuki ruang-ruang gelap perut saya dalam sekejap mata. Sampai saya sendiri pun kaget, lho, pastry saya kemana ya?

Lahap! (Photo by Imatakubesar)

Seru, heboh, menyenangkan dan tentunya tak akan terlupakan! Begitulah kesan saya saat bertemu dengan sekitar 100 orang blogger ketjeh luar biasa yang hari itu datang dari berbagai penjuru mata angin di seluruh Indonesia. BloggerCrony tak hanya merayakan ulangtahun yang meriah, namun juga mengisinya dengan beragam aktivitas yang bermanfaat sesuai dengan taglinenya : Blogging, Networking dan Empowering. Pada hari itu, di tempat itu, disaksikan 100 pasang mata lebih, BloggerCrony meluncurkan lini terbarunya yaitu BCC BloggerPreneur, sesuatu yang telah sangat lama dirintis, diimpikan dan berusaha diwujudkan oleh para founder Blogger Crony Community ini.

Saya bangga, bisa terpilih menjadi salah satu dari sekitar 8 orang BCC BloggerPreneur pertama yang ambil bagian di acara BloggerDay 2018 tersebut, dengan memperkenalkan produk terbaru yang saya rintis bersama suami tercinta, yaitu Magia Cascara, Premium Cherry Coffee Tea. Selain Magia Cascara, ada rendang dari Resep Dapur Ayah, pernak pernik bantal cantik dari Galeri Ayko, Kebab Lezat dari Nonakebab, Madu alami milik Syifa Madu, sabun organic dari Naturelove dan beberapa produk BloggerPreneur lainnya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Opening BloggerDay 2018 diisi oleh ketua panitia, Mak Yayat yang mungil tapi lincah bak bola bekel. Beliau menyambut kami dengan sangat baik sekali. Kemudian Bapak Fawzan Aziima, selaku Corporate Marketing Communication Manager Ashley Hotel pun menyambut kehadiran 100 orang blogger di hotel mereka yang keren tersebut, sambil memperkenalkan lebih detail lagi tentang apa dan bagaimana fasilitas di sana.

BloggerDay 2018 juga diisi dengan ilmu-ilmu mengenyangkan dari para pakarnya, di mana di sesi pertama kami belajar  Ilmu tentang Transformasi Digital yang diberikan oleh Tuhu Nugraha sebagai perwakilan dari Indosat IM3ooredoo. Beragam tips paten untuk menjadi seorang Digital Influencer dibagikan oleh Mas Tuhu untuk meningkatkan kemampuan serta inovasi para blogger. Kehadiran Mas Away yang kocak namun professional mengajari para blogger tentang Creative Writing Mind Mapping di sesi kedua pun membuat para blogger tak habisnya bertanya dan mereguk ilmu sebanyak-banyaknya.

Horeee, Ada Saya & Magia Cascara!

Keterpesonaan saya tak habis sampai di situ. Saat makan siang tiba, saya kembali dibuat berdecak dan menggelengkan kepala akibat menu Lunch Box yang dipersembahkan oleh Tumpeng Ayu dari Dapur Solo. Inovasinya membuat kemasan yang simple, cantik, namun tepat guna membuat saya banyak belajar bahwa betapa sebuah kemasan produk harus dipikirkan secara matang dan tak boleh sembarangan. Rasa makanannya juga lezat, namun kali ini saya hanya bisa mencicipi sesuap saja, karena saking enaknya, menu makan siang hari itu saya persembahkan untuk suami tercinta yang pagi harinya tidak sempat kebagian sarapan. The best food for the best love. Acieeee …

Banyak hadiah bertebaran di acara BloggerDay 2018 tahun ini. Selain produk para BCC BloggerPreneur yang bisa dibawa pulang bagi peserta yang beruntung, ada pula voucher perawatan wajah senilai jutaan rupiah dari Rejuve Skin Lab, Voucher Sandeeva Spa dan Reflexology, Doorpriz dari Markamarie, plus uang tunai untuk pemenang Kompetisi Live Tweet dan Instagram Post yang salah satunya dimenangkan oleh … Saya! Horeeeeeee.. dapat angpau cantik warna merah!


Puas, puas sekali datang jauh-jauh dari Bandung dan meninggalkan anak-anak tercinta di rumah untuk menghadiri acara sekeren itu. Berat untuk melangkahkan kaki meninggalkan Ashley Hotel yang telah membuat saya jatuh cinta, pun enggan rasanya berpamitan pada para sahabat blogger yang banyak baru saya temui kali itu. Namun, waktu ternyata berlalu sedemikian cepat. Acara harus usai, selesai, namun tawa kami tak hentinya berderai.

Sebelum beranjak keluar dari Ashley Hotel, saya dan suami menyempatkan diri untuk berfoto berduaan ala-ala pasangan romantis. Bukan untuk alasan apapun, selain untuk menanamkan ribuan kenangan manis di dalamnya, untuk kami simpan rapi hingga kelak ketika saat-saat sedang sulit dan tak mudah dijalani, kami dapat membukanya kembali, dan mensyukuri bahwa kami pernah ada dan menjadi bagian dari kegiatan Blogger Crony.

 

 

KEJUTAN TERAKHIR

Woooy, jangan puas dulu. Ceritanya belum selesai! Ada satu fakta dari Ashley Hotel yang baru saya ketahui di detik-detik terakhir ketika saya dan suami akan meninggalkan lobi. Ternyata, Ashley hotel memiliki fasilitas yang mereka beri nama ASHLEY CARE. Di mana pihak Ashley Hotel Jakarta menyediakan barang-barang seperti Luggage Scale, Digital Camera, Powerbank, Cellphone Charger, Portable USB Fan, Mukena, Umbrella hingga Selfie Stick alias tongsis! Begitu sih yang saya baca di lobi. Keren kan? Kan? Seumur-umur baru nemu yang kayak gini ya cuma di Ashley Hotel. Tau gitu kemarin saya mau pinjam Digital Camera sama tongsis, Hehehe …

 

DID YOU FORGET TO BRING ANYTHING?
Don’t Worry!
We Provide These Items
FREE OF CHARGE FOR YOU

Jl. KH. Wahid Hasyim No. 73-75. Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia 10340
t. +62 21 – 3100 355
f. +62 21 – 3100 399
e. reservation@ashleyindonesia.com
www.ashleyindonesia.com

About LygiaPecanduhujan

Check Also

Gembira Bersama Prudential Prudential Indonesia Berbagi Kebahagiaan di Hari Jadinya yang ke-22 di Lapas Anak Tangerang

Lygiapecanduhujan.com – Prudential, merupakan sebuah grup jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan jasa keuangan ritel …

15 comments

  1. JUARAA honimuun ke 2 tsaahh

  2. Masya Allah.. Keren juga hotelnya ya Mbak.. Btw, congrats utk pernikahannya..

  3. Waah ibu tulisannya kereeeen. Bikin aku jadi penasaran pengen nginep di sana

  4. Bu.. kalau kita liburan ke jakarta nginepnya di Ashley aja yaaaaa …

  5. Kamarnya nyamannn….resepsionisnya ramah bener…
    Pas banget kalo ke Jakarta Pusat, keliling nyari kuliner malam yang deket banget dari Ashley Hotel…
    Awesome….

  6. Adeuuuh yang hanimun di Ashley. Syahduuu. 😀

  7. Aduh neng hujan sama akang petir, eh cocok ga sebutannya..mesra pisan ya…

  8. widih seryu banget nih acara

  9. Komplit sekali Mbak review-nya.. Biasanya saya langganan hotel murah sih, jadi sepertinya ndak seseru honeymoon Mbak ini.. wkwkw..

    But so far.. Alhamdulillah masih bisa quality time bareng suami ya Mbak.. semoga berkah

  10. Keren nih hotelnya. Semoga suatu saat bisa menginap di sana.

    Duh, bagian salah masuk pintu itu bikin ngakak. Eh, pakai kostum lengkap kan ya mbak?

  11. Duh, Teh Gia. Berasa kayak di surga beneran itu ya. *kabita pengen ke Ashley Hotel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *