Home / Review / Rahasia Merawat Wajah Ala si Tomboy

Rahasia Merawat Wajah Ala si Tomboy

www.lygiapecanduhujan.com – Sejak kecil, saya terkenal malas merawat kulit terutama kulit wajah. Maklum, saya  memang tomboy. Lebih sering main perang-perangan bareng teman laki-laki dibanding bermain  masak-masakan atau salon-salonan dengan teman perempuan lain. Bahkan hingga detik ini pun, saya hanya punya 2 buah rok yang cuma jadi penghuni tetap lemari baju, tanpa pernah dipakai.  Untuk urusan kecantikan kulit, saya bahkan kalah dengan Mama dan Almarhum Nenek.

Dulu saat saya masih kecil, saya suka berdiri melongo di depan meja rias milik nenek karena di sana ada begitu banyak produk kecantikan tubuh dan wajah dari beragam merk terkenal yang menurut Mama harganya sangat mahal karena dibeli nenek dari luar negeri. Nenek bahkan memiliki tas khusus berukuran besar yang setiap kali beliau pergi selalu tak pernah lepas ikut bersamanya. Di kemudian hari saya baru tahu kalau namanya Beauty Case, khusus menyimpan koleksi kosmetik milik beliau. Mama, meski menurunkan sifat tomboynya kepada saya, namun juga memiliki perhatian ekstra terhadap kecantikan kulit dan wajahnya. Untuk urusan yang satu ini Mama juga cukup cerewet. Dari dulu beliau selalu mengomel panjang pendek melihat saya yang malas mencuci muka dengan sabun khusus setiap kali pulang dari bepergian.

“Muka sama kaki sama aja, Jarang dicuci!” Omel Mama.
“Yang penting kan mukaku nggak pernah jerawatan!” Bantah saya tak mau kalah.

Ya, saya sendiri juga heran. Di kala teman-teman seusia saya di waktu remajanya disibukkan dengan jerawat nakal yang mampir di wajahnya, saya sama sekali tak pernah mengalami di”mampiri” oleh jerawat. Wajah saya bersih, meski sama sekali tak bisa dibilang mulus, karena sering banyak komedo yang bikin pori-pori kulit terasa membesar. Saya tak pernah mengenal kata bedak, alas bedak, dan beragam jenis kosmetik lainnya.

Begitu dahsyatnya ketidaksukaan saya pada kosmetik, hingga saat menikah pun saya memilih merias wajah sendiri dibanding harus ke salon. Mau tahu rias wajah ala saya? Cukup seoles tipis bedak dan lipstick dioles tipis-tipis. Cukup. Selain karena memang tidak suka berdandan, saya memang selalu takut memakaikan kosmetik di atas wajah saya ini. Terbayang, bahwa kosmetik itu pasti dibuat dari beragam bahan kimia yang entah apa, kemudian wajah saya dilapisi oleh bahan-bahan tadi, kok jadi berasa seperti memakai dempul ya? –keluh-.

Well, sebenarnya sih muka saya tidak benar-benar sesuci itu. Ada satu produk yang kalau lagi insyaf pasti selalu saya pakai terutama setelah saya mencuci wajah bersih-bersih sehabis berkegiatan. Produk ini mulai saya pakai tepatnya saat saya mengandung anak kedua yang ternyata berjenis kelamin perempuan. Konon, ketika hamil anak perempuan, biasanya calon ibu jadi lebih suka dandan, jadi lebih feminin, dan sangat memerhatikan penampilan. Abaikan poin terakhir, karena yang terjadi pada saya hanyalah poin pertama.

Saat mengandung anak kedua, saya jadi suka berlama-lama di rak kosmetik saat sedang berada di supermarket atau di mall. Tapi tetap saja ndak mudeng dengan beragam jenis kosmetik yang dipajang di etalase, hingga akhirnya paling membawa pulang pemulas pipi, lipstick, bedak, dan krim wajah.Pemulas pipi dan lipstick adalah 2 jenis kosmetik yang nyaris tidak pernah saya pakai meski sudah dibeli. Biasanya kedua barang itu justru habis dipakai mainan oleh anak-anak. Nah, untuk urusan krim wajah ini, saya punya cerita tersendiri. Saya seringkali asyik memilah milih krim mana yang akan saya beli. Saya baca satu-satu ingredientnya, saya perhatikan cara pemakaiannya, dan terakhir saya lihat ….. banderol harganya. Sstttt…

Semakin bertambahnya umur, kulit wajah saya semakin berkurang kelembapannya. Ini tentu saja membuat saya sedikit panik, karena wajah saya yang pas-pasan ini (pas banget cantiknya #eh) pasti akan sedikit kurang enak dipandang dari jarak dekat akibat kulit wajah yang kering. Tingkat kelenturannya pun tak lagi sama seperti saat saya remaja dulu. Itu sebabnya, satu produk yang tak pernah lupa saya beli saat berbelanja bulanan adalah krim pelembab untuk wajah. Yeah, siapa tahu juga sih dengan memakai krim pelembab secara teratur, kulit wajah saya bisa putih alami seperti Wulan Guritno atau  selebritis lainnya. Ngarep!

Untuk krim pelembab wajah ini, saya juga nggak mau sembarangan. Yang jelas, saya menghindari produk impor, selain karena takut mengandung merkuri atau zat kimia lainnya, saya juga lebih nyaman memakai produk dan merk Indonesia. Selain itu, saya harus memastikan bahwa produknya benar-benar alami dan bukan sekadar alami buatan. Semua itu saya dapatkan hanya di produk-produk milik Gizi Super Cream.  Dulu saya pertama kali kenal produk ini ya dari hasil mengintip isi beauty case milik almarhum nenek. Itu artinya, merek Gizi Super Cream ini sudah ada sejak lebih dari 30 tahun yang lalu! Luar biasa bukan? Karena bukan hanya nenek, bahkan saya pun selalu melihat krim Gizi yang ada dalam pot kecil di atas meja rias Mama.

Logo_20Gizi_20versi_203
                                            Sumber Foto: Internet

Saya mau kasih tahu satu rahasia. Ingat lho ya, jangan bilang siapa-siapa! Krim pelembab wajah merek Gizi Super Cream ini, adalah satu-satunya merek kosmetik yang turun temurun dipakai oleh para perempuan lintas generasi di keluarga kami lho… Entah apa alasan
Almarhumah Nenek memilih Gizi Super Cream ini, yang jelas Mama mengikuti jejaknya, dan kini saya pun sama. Tapi saya sih bukan ikut-ikutan, melainkan karena punya alasan kuat. Ini nih, beberapa alasan saya memilih Gizi Super Cream sebagai krim pelembab wajah
satu-satunya di rumah, Pertama, karena bahan dasarnya terbuat dari 7 macam herbal Indonesia yang salah satunya adalah rumput laut. Sudah pasti, terjamin keamanannya kan? Ini terbukti dengan kulit wajah saya yang sama sekali tidak mengalami panas, gatal ataupun memerah saat memakainya. Kedua, sekarang Gizi Super Cream memakai teknologi Nano untuk memperlembut, sehingga jika dipakai, krim lebih cepat meresap ke dalam kulit. Ketiga, karena produk ini sudah ada di Indonesia lebih dari 40 tahun! So, ini artinya Gizi Super Cream mampu memertahankan kualitas produknya hingga masih tetap banyak dipakai oleh para konsumennya. Alasan keempat mengapa saya memilih Gizi Super Cream, adalah karena Gizi Super Cream sudah bersertifikasi HALAL dari MUI. Ini membuat kita semua tak perlu ragu lagi apakah Gizi Super Cream aman bagi wajah atau tidak.

Waktu awal memakai produk ini, hasilnya bisa dirasakan setelah 7 hari menggunakan secara kontinyu. Kulit wajah saya terasa segar, lebih kencang, dan kelembapannya seperti balik ke masa-masa jaman sekolah dulu –lagi-lagi ngarep-. Krim ini harganya terjangkau dan memiliki 3 fungsi maksimal yaitu sebagai krim pagi, malam dan juga bisa digunakan sebagai alas bedak.Nah tuh bayangin, cukup bawa Gizi Super Cream, 1 lipstik, dan 1 bedak, saya sudah sangat pede backpackeran ke mana aja saya mau. Saya mah nggak niat promo atau jualan lho ya, karena saya sama sekali nggak bakat jualan. Saya cuma mau menginfokan kepada teman-teman, kalau mau melakukan perawatan kulit dan wajah, atau mau memutihkan kulit, nggak usah lagi pakai kosmetik-kosmetik ajaib ala-ala itu. Cukup pakai Gizi Super Cream aja yang bahan dasarnya alami, terpercaya, kualitas dan mutunya pasti nomer satu.

20160206_083223

Stok Pribadi
                                                         Stok Pribadi

Stok Gizi Super Cream Milik Saya
Oh iya, jangan lupa ya, kalau mau beli Gizi Super Cream nggak pake repot caranya gampang banget, buka aja http://www.giziindonesia.co.id dan selamat menikmati berselancar di sana, sambil mengkhayal kulit wajah berubah jadi putih mulus dan kinclong!

Facebook: GIZI Super Cream
Twitter: @gizisupercream
Instagram: @gizisupercream

About LygiaPecanduhujan

Check Also

cats

Mobil123.com: Cara Baru Jual-Beli Mobil dan Motor

Lygiapecanduhujan.com –  “Tahu nggak sih apa bedanya anak muda jaman dulu dengan anak muda jaman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *