Home / Cerita Ringan / Penulis Atau Selebritis?

Penulis Atau Selebritis?

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengisi kelas diskusi “CURNYOL” Alias Curhat Konyol di Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN).

Ketika terbangun tadi, mendadak saya dapat ilham untuk tema kelas diskusi kita kali ini. Karena namanya juga Curhat Konyol, jadi ya maafkan kalau mungkin agak-agak nyeleneh dan provokatif.

IIDNers, pasti pernah baca satu buku yang ditulis sama penulis baru, dan buku itu jadi booming di mana-mana? Misalnya, Novel Poconggg, Laskar Pelangi, dan lain-lain. Mendadak novel/buku tersebut cetul (cetak ulang berkali-kali) dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Terjual laku beribu-ribu eksemplar dan mendapat stempel : BEST SELLER, di jidat eeeeh di cover bukunya. Ada yang akhirnya difilmkan (kebanyakan sih iya), dijadikan komik, diiklanin, pokoknya.. MENDADAK NGETOP!

Lucunya, kadang kita suka ikut-ikutan. Begitu denger ada bisik-bisik tetangga dari Elvi Sukaesih, kita langsung penasaran dan berburu bukunya. Kayaknya gak gaul kalau gak punya buku itu. Sepertinya bukan pembaca yang baik kalau belum baca buku itu. Padahal ternyata, mungkin aja genre buku itu gak sesuai sama kita. Saya punya kenalan seorang Nenek yang maksa-maksa cucunya buat ngebeliin buku POCONGGG cuma karena penasaran saking hebohnya buku itu di mana-mana!

Bisa dipastikan, penulisnya menangguk dan meraup untung besar-besaran. Royaltinya boooo, gak tau deh berapa ratus lembar seratus ribuan yang menari-nari di depan matanya. Dan besarnya royalti itu diikuti dengan …………………….. mendadak seleb! ada penulis yang jadi pemain sinetron juga ketika bukunya dibuat sinetronnya. Ada penulis yang diundang kesana kemari jadi pembicara di bidang penulisan, bahkan ada juga penulis yang akhirnya beneran jadi selebritis karena diundang jadi host suatu acara, dibuatkan program TV khusus, dan malah .. gonta ganti pacar yang semuanya selebritis! keren kan? Yah, tergantung penilaian masing-masing orang juga sih ya …

(ups, saya baru sadar kalau tiap ganti alinea kalimat saya selalu diakhiri tanda seru. Maaf, itu saking semangatnya, bukan marah, hihiiihi —- ABAIKAN).

Kadang saya mikir, kayaknya enak banget ya jadi penulis kayak gitu. Nulis satu buku, kebetulan temanya pas, situasinya tepat, dan BOOM! saya jadi tenar bak seleb seantero jagat raya. Saya diundang kemana-mana (bukan cuma diundang hajatan orang mulu), saya diwawancara media baik cetak maupun audio visual (halaaaaah emaaaak, saya masuk tipi!), nama saya ada di mana-mana, terpampang besar-besar di Spanduk, Banner, Backdrop, Poster, Brosur (aduuh, maaf gara2 keseringan garap event, jadi keingetan mulu barang2 beginian yang harus saya cetak secepatnya), pokoknya, gak ada orang yang gak kenal Lygia Nostalina a.k.a Pecanduhujan. Meskipun mungkin komentar mereka adalah, “Lygia ? Waaaah saya kenal tuh. Dia penulis kan? eh tapi penulis buku apa ya? saya taunya dia penulis status fesbuk!” T_T

Saat nama kita berada di atas itulah, saat (mungkin) banyak orang terbius oleh buku-buku kita yang dibacanya, saat dunia kita mendadak bukan lagi dunia kepenulisan yang bersahaja melainkan sudah masuk ke ranah selebritis, terkadang kita lupa menanyakan kepada diri kita sendiri, “WHAT NEXT?”

Kita bangga karena dengan satu buku kita yang menjadi BEST SELLER DUNIA AKHIRAT akhirnya nama kita diperhitungkan di kancah penulisan. Saking bangganya, saking ingin tenarnya, kita terima semua penawaran yang datang kepada kita, semua kesempatan untuk mempromosikan buku kita itu. tapi lama-lama kita sadar, lho kok saya gak menulis buku selanjutnya? Lho kok ide saya mendadak buntu dan malah lebih sering bayangin persiapan shooting sinetron? Gubraaaksss …

Mudah-mudahan kelak kalau buku-buku saya sudah banyak yang jadi best seller saya tidak akan pernah melupakan kalau saya punya tanggung jawab selanjutnya daripada sekadar bereuforia dengan buku-buku sebelumnya. Menulis dan lupakan, menulis dan lupakan, menulis dan lupakan.

Ups, nyambung gak sih pembahasan saya ini? *perasaan kok gak enak dan ada yang aneh*

Intinya, jangan biarkan ketenaran kita akan satu buku kita yang best seller membuat kita melupakan tujuan awal kita. ketika pada akhirnya buku membawa kita ke dunia lain yang sama sekali baru (termasuk dunia selebritis yang glamor), kita harus mulai memilih dan menetapkan langkah. Kita mau jadi Penulis atau Selebritis? Atau bisakah kita menjadi Penulis yang Sekaligus Selebritis? Bisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa … (saya teriak-teriak pake TOA di atas genteng).

Jangan lupa untuk terus menanyakan kepada diri sendiri, WHAT NEXT?

 

 

 

A : Terus kenapa? Masyalah buat Elooooo??

Q : *mendadak ciut*, “tentu tidak masalah.”

A : “Terus kenapa dibahas kalau nggak masalah, hah?”

Q : “saya kan cuma curnyoool, curhat karena kepengen punya buku best seller belum kesampaian juga.”

A : “Terus gue harus bilang WOW sambil koprol, gitu?”

Q : “Nggak, bilang WOW nya sambil nungging aja deh, gimana?”

A : “Ciyuuusss?? Miapah?”

*saya semaput*

 

Ket:

A : Answer

Q : Question

Pertanyaan What Next ini terinspirasi dari Korwil Bandung, Mme Vivera Siregar. Terus terang saya sendiri nggak ingin jadi penulis yang selebritis. Karena sudah terbayang betapa repotnya saya nanti untuk memenuhi undangan syuting dan pemotretan *mengakhiri tulisan ini karena mendadak harus benerin poni*

LYGIA

About LygiaPecanduhujan

Check Also

ipank-the-daning-king-_-berbagi-cinta-lewat-hebatnya-menari-l-o-v-e

Ipank The Dancing King : Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari L.O.V.E

Lygiapecanduhujan.com – Saya sama sekali tidak menyangka kalau Ipank, anak bungsu saya sekarang sudah berusia …

2 comments

  1. ikutan nyimak CURNYOL jiahahaha

  2. hehehe…perasaan dan keinginann kita sama deh mbak dlm hal ini…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *