Home / Reportase / Mobil123.com: Cara Baru Jual-Beli Mobil dan Motor

Mobil123.com: Cara Baru Jual-Beli Mobil dan Motor

Lygiapecanduhujan.com –  “Tahu nggak sih apa bedanya anak muda jaman dulu dengan anak muda jaman sekarang? Anak muda jaman dulu, sekarang sudah tua!”. Mungkin kita sering dengar tebak-tebakan garing seperti ini kan? Yup, ini Cuma sekadar tebak-tebakan bercandaan aja sih. Dulu saya sempat bingung juga kalau ditanya serius, apa bedanya anak muda jaman dulu dengan anak muda jaman sekarang. Pertama, karena saya bingung cari perbedaannya, selain bahwa memang anak muda jaman dulu pasti sekarang sudah tua. Kedua, karena saya sendiri bingung mengklasifikasikan usia saya, apakah termasuk anak muda jaman dulu atau anak muda jaman sekarang? Masih merasa muda sih… #Eh.

Tapi, sebetulnya, ada jawaban yang serius untuk pertanyaan tebak-tebakan bercanda seperti di atas. Setidaknya ada 4 tipe generasi/anak muda sejak jaman dulu sampai sekarang, yaitu:

1.    Baby Boomers (1946-1964)
Generasi yang dinamakan Baby Boomers ini konon lahir pada kurun 1946-1964. Di tahun 1946, terjadi lonjakan yang cukup tajam pada jumlah kelahiran bayi, tepatnya sesudah perang dunia kedua. Bayangkan saja, di Negeri Belanda misalnya, tercatat terlahir 3,4-4 juta bayi yang lahir di kurun 1953-1964. Sungguh sebuah jumlah yang benar-benar “meledak” bukan? Perkembangan teknologi mulai tumbuh dengan pesat di generasi Baby Boomers ini. Generasi ini juga dianggap sebagai generasi terbesar sepanjang sejarah karena total jumlah keselurhannya mencapai 77 juta jiwa. Generasi baby boomers mulai mengenal televisi. Mereka mempelajari tentang sejarah seperti Perang Vietnam, pembunuhan John F Kennedy, Martin Luther King Jr, dan Robert F Kennedy. Golongan ini juga mengenal musik, utamanya rock and roll yang lahir ketika generasi ini ada,  sebagai cara mengekpresikan identitas generasinya.
 
2.    Generasi X (1965-1980)
Pada masa ini, jumlah kelahiran bayi menurun drastis karena sempat muncul era anti-anak di negara besar seperti Amerika Serikat. Jumlah bayi yang lahir di generasi ini tidak sampai 46 juta jiwa. Generasi ini tumbuh dengan mengenal video game dan MTV.

3.    Generasi Y (1981-1994)
Generasi Y memulai era ketergantungan teknologi. Dengan asumsi jumlah sekitar 70 juta jiwa, generasi Y juga dikenal sebagai Millenium Generation, Generation Next, Net Generation, atau Echo Boomers. Mereka adalah generasi penuh kejutan dan ide-ide brilian. Generasi Y berisi anak muda yang selalu ingin coba-coba dan peduli soal teknologi terbaru. Salah satu contoh nyatanya ialah Mark Zuckerberg, CEO dan founder Facebook. Generasi Y juga mengalami transisi antara generasi X yang teknologinya masih rendah, dengan beragam teknologi baru yang mulai canggih.

4.    Generasi Z (1995-2010)
Generasi ini lahir dan dibesarkan di era serba digital dan teknologi canggih. Mau tidak mau, hal tersebut berpengaruh besar terhadap perkembangan prilaku dan kepribadian mereka. Fokus utama mereka adalah internet, dan mereka dengan sangat mudah dapat mengakses informasi terkini melalui internet.

Nah, setelah memahami tentang 4 macam generasi yang ditulis di atas, sekarang saya jadi tahu bahwa saya adalah Generasi Y. Saya sudah jauh lebih canggih dibanding Generasi Baby Boomers, namun mungkin sangat jauh tertinggal dengan generasi Y dan Z yang jauh lebih siap menerima beragam kemajuan teknologi seperti yang ada di jaman sekarang.

Dalam hal memperoleh informasi, misalnya, anak-anak generasi Y dan Z yang hidup di jaman sekarang sangat dimudahkan dengan adanya akses internet yang sudah serba canggih di usia mereka yang masih muda. Berbeda dengan saya, si generasi X yang ketika jaman sudah serba canggih seperti ini namun usia udah menjelang dewasa akhir, rasanya agak sulit dan tertatih ketika harus terus mengikuti perkembangan teknologi yang seolah tak ada habisnya. Itu sebabnya betapa saya selalu merasa tak pernah habis-habisnya takjub melihat anak-anak muda jaman sekarang yang pemikiran dan ide-idenya sungguh kreatif dan luar biasa, nyaris mungkin tak pernah saya bayangkan ketika saya ada di usia mereka sekarang.

blogger-gathering-bandung-5
Saat ini, Internet telah membuat segalanya semakin mudah. Hidup seolah tanpa batas, di mana cukup dengan satu kali klik, maka kita sangat mudah mendapatkan informasi apapun yang diinginkan. Salah satu yang diuntungkan dengan adanya perkembangan teknologi yang super cepat ini, adalah dunia jual-beli. Saat ini, siapa yang dapat memungkiri, bahwa Berjual-Beli secara ONLINE adalah satu cara paling praktis yang bisa dilakukan oleh semua orang, di manapun, kapanpun, selama ada akses internet dan gadget.

Tak salah memang, jika sebagian besar generasi X ~ya, itu generasi saya!~ menyebutkan bahwa generasi Y adalah generasi yang manja. Betapa tidak, dengan makin dipermudahnya kehidupan masa kini berkat adanya internet dan dunia digital, kehidupan mereka seolah semakin dimanjakan. Sekarang, mau berbelanja, memesan makanan, butuh taxi atau kendaraan, menonton film tanpa takut kehabisan tiket, semua bisa dilakukan secara ONLINE di manapun kita berada.

Para pengusaha (yang kebanyakan anak-anak muda generasi Y) pun melihat ini sebagai peluang. Banyak startup yang bermunculan, terutama dalam hal jual beli. Entah ada berapa banyak website yang dibangun sebagai situs jual-beli (E-Commerce) di dunia. Mulai dari jual beli peralatan rumah tangga, buku, peralatan kantor, peralatan teknologi, hingga jual beli mobil dan motor.

Nah, untuk E-Commerce jual-beli Mobil dan Motor ini, saat ini sudah ada Mobil123.com. apa sih Mobil123.com itu? Mungkin sebagian ada yang sudah pernah dengar, tapi juga saya nggak terlalu heran kalau masih banyak yang belum mengetahui soal E-Commerce unik yang satu ini.

Saya masih sangat ingat dengan jelas dulu, ketika saya pertama kali hendak membeli mobil (bekas) di Bandung, pada tahun 2006an. Kala itu, satu-satunya pusat informasi yang memuat berita terlengkap tentang mobil (baru atau bekas) yang dijual hanyalah iklan yang ada di Harian cetak. Di sana tercantum merk mobil, tahun keluarannya, kondisi, nomor kontak penjualnya. Hanya pengiklan yang berani membayar jauh lebih mahal lah yang dapat mengiklankan mobil yang hendak dijualnya dilengkapi dengan foto. Sementara sisanya hanya ada informasi singkat tentang mobil atau motor yang akan dijual, super singkat. Jadi, jika saya hendak membeli mobil, mata saya harus memelototi satu persatu deretan iklan baris yang menjual mobil bekas, mencari mana yang paling cocok, kemudian mencatat nomer telepon yang dicantumkan, dan menelepon untuk menanyakan mobil tersebut. Aarggh, sungguh riweuh!

Atau, saya harus datang langsung ke dealer atau toko yang memang khusus menjual mobil dan motor seken/bekas, melihat kondisi mobil/motornya langsung, bernegosiasi dengan penjualnya. Dan seterusnya.

Tapi, saat ini, buang jauh-jauh cara konvensional seperti itu. Sudah ada satu cara paling gampang untuk kita yang ingin membeli mobil dan motor baru ataupun seken, yaitu masuk ke situs jual beli  www.mobil123.com.

Mobil123 adalah situs otomotif terbesar dan terpercaya yang mempertemukan penjual dan pembeli mobil di Indonesia. Nah, mengapa disebut terbesar dan terpercaya? Apakah tidak ada situs lain yang juga merupakan situs jual beli mobil baru dan bekas? Rupanya, mobil123.com dimiliki oleh iCar Asia, yaitu sebuah perusahaan yang memang berfokus pada bidang otomotif. Selain memiliki situs mobil123.com, iCar Asia yang berkantor di Kuala Lumpur ini sekaligus merupakan pemilik dari Otospirit.com (Indonesia), Carlist.my (Malaysia), Thaicar.com, Autospinn.com serta One2Car (Thailand). So, sudah tidak perlu diragukan lagi dong kredibiltas dari Mobil123.com ini?

Aset yang dimiliki oleh iCar Asia selaku pemilik situs Mobil123.com ini mencapai 230 miliar lho! Tak kurang ada lebih dari 4,8 juta pembeli mobil yang mencari mobil di situs ini. Jumlah calon pembeli sebanyak itu, tentunya karena para dealer mobil yang bergabung di mobil123.com telah melalui proses verifikasi yang super ketat hingga calon pembeli tak perlu merasa khawatir ditipu, atau diakali oleh penjual.

Saya sendiri sudah pernah daftar di situs mobil123.com, dan memang apa yang ditampilkan di sana sungguh sangat lengkap. Calon pembeli dimudahkan dengan akses yang nggak perlu ribet klik sana sini. Masih bingung mau cari apa di mobil123.com? Ada Customer Care 123 yang siap membantu kita melalui Live Chat yang secara otomatis akan muncul saat kita mengakses situs tersebut, di hari Senin-Jumat pukul 08.30-17.30 WIB. Pokoknya, anak-anak muda jaman sekarang kalau mau beli mobil baru atau bekas, nggak perlu ribet kayak saya dulu deh, tinggal buka mobil123.com, pilah pilih, janjian, transaksi deh!

Karena itu, untuk lebih dekat lagi dengan calon pembeli, juga untuk mengedukasi masyarakat tentang situs Mobil123.com ini, beberapa hari yang lalu pihak Mobil123.com mengadakan Gathering bersama beberapa orang perwakilan dari komunitas Blogger, juga wartawan media cetak.  Pembicaranya terdiri dari Bapak Deni Rohmat (Sales Supervisor Auto 2000 Cabang Soekarno Hatta Bandung), Indra Prabowo ( Managing Editor Mobil123.com), dan Irwan Nurfiandy ( Head of Marketing Mobil 123.com).

blogger-gathering-bandung-7
Dalam Gathering itu, banyak tips bermanfaat yang dibagikan oleh para pembicara untuk anak-anak muda yang baru pertama kali berniat membeli mobil (first buyer). Pertama, Membeli Mobil yang Ekonomis. Anak-anak muda yang kondisi keuangannya mungkin masih terbatas atau baru pertama kali hendak membeli mobil, disarankan untuk mencari mobil yang paling pas dan paling sesuai dengan kebutuhannya. Kalaupun ingin membeli secara kredit, sebaiknya membeli yang DP nya kecil dan cicilannya terjangkau. Kedua, Konektivitas. Anak muda jaman sekarang, tak bisa lepas dari yang namanya teknologi. Banyak diantara mereka yang memiliki gadget lebih dari satu. Bagi mereka, seolah lebih repot ketinggalan gadget daripada ketinggalan dompet. Betul tidak? Karena itu, pilihlah mobil yang mensupport teknologi, melalui fitur-fitur dan beragam fasilitas yang ditawarkannya. Ketiga, Keamanan. Setiap orang pasti ingin merasa aman dan nyaman baik di dalam rumah, maupun saat berkendara. Karenanya, pilihlah mobil yang memiliki tingkat keamanan yang baik, misalnya ada airbags, dilengkapi dengan rem ABS, hingga memiliki vechicle stability control untuk membantu keseimbangan.

 

blogger-gathering-bandung-2
Bagaimana jika kondisi keuangan sangat terbatas dan hanya mampu membeli mobil bekas/seken? Tidak perlu khawatir, mobil123.com bisa menjadi tempat terpercaya bagi kamu yang ingin membeli mobil bekas, tentunya dengan memperhatikan beberapa hal agar tidak menyesal ketika telah membeli mobil tersebut. Pertama, pilihlah Dealer yang terpercaya. Jangan mau membeli mobil bekas dari seseorang atau perusahaan yang tidak jelas. Salah-salah, bukannya dapat mobil bagus, malah dapat mobil bodong atau mobil dari penadah barang curian. Hiiy, serem! Di mobil123.com, seluruh dealer yang menjual mobilnya sudah diverifikasi terlebih dahulu sehingga kita tidak perlu takut lagi. Kedua, cek fisik langsung. Setelah memilih mobil yang dirasa cocok secara online, kita datangi saja langsung pemilik/dealer mobilnya untuk mengetahui lebih jauh lagi seperti apa sih mobil yang sudah menarik perhatian kita pada pandangan pertama itu, ehem! Ketiga, Jangan lupa Cek Riwayat Servicenya. Jangan sampai kita membeli mobil yang (meskipun berasal dari tangan pertama) tapi ternyata jarang dirawat, dan pemakainya jorok. Performa mobil yang akan dibeli tentunya akan terpengaruh.

blogger-gathering-bandung-1
Nah, seru juga ternyata ya memilah dan memilih mobil mana yang mau dibeli. Bagi saya, Mobil123.com adalah salah satu tempat yang akan saya cari jika tabungan saya sudah cukup untuk membeli mobil sendiri. Hmmm… mau cari mobil yang seperti apa ya? Pastinya yang tangguh, mampu bertahan di segala situasi, muat banyak anggota keluarga, warnanya UNGU, irit bensin, canggih, dan bisa bikin kekerenan saya bertambah berkali-kali lipat kalau naik mobil itu. Errrr, any suggest?

About LygiaPecanduhujan

Check Also

menjadi-wirausaha-muda-mandiri-2016_-meningkatkan-kualitas-diri-usaha-yang-digeluti

Menjadi Wirausaha Muda Mandiri 2016: Meningkatkan Kualitas Diri & Usaha yang Digeluti

Untuk menjadi sebuah negara yang maju, Indonesia membutuhkan minimal 2 % pengusaha dari total keseluruhan …

3 comments

  1. Sebagai generasi Y, berarti saya cocok dunk ya, hehehehe

  2. Jadi pengen beli mobil anak muda nih. Biar aku awet muda gitu… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *