Home / Cerita Ringan / Ipank The Dancing King : Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari L.O.V.E

Ipank The Dancing King : Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari L.O.V.E

Lygiapecanduhujan.com – Saya sama sekali tidak menyangka kalau Ipank, anak bungsu saya sekarang sudah berusia 4 (empat tahun). Waktu memang cepat berlalu … Masih teringat jelas masa-masa ketika saya hamil hingga melahirkannya dalam kondisi prematur. Beratnya hanya 2 kilogram saja waktu itu, bahkan turun saat beberapa hari setelah dilahirkan hingga harus masuk ke dalam incubator. Tidak hanya itu, semasa masih di dalam kandungan pun, saya sempat harus bedrest total selama tiga bulan penuh, karena pendarahan terus menerus akibat hamil di saat masih ada myom bersarang di Rahim saya. Sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa kala itu. Berusaha dan berjuang agar janin tetap dapat bertahan hidup sambil berebut makanan dengan myom di Rahim yang sama, hingga merelakan berat badan naik drastis berpuluh kilo hanya agar ia memperoleh asupan makanan yang cukup dan bergizi.
Ada satu kebiasaan di rumah yang selalu saya lakukan bersama anak-anak saya sejak mereka baru lahir hingga saat ini, tak terkecuali bersama Ipank, si bungsu. Saya sangat suka menyanyi, dan mengajak mereka menari. Setiap hari, musik dan lagu selalu menjadi bagian dari kehidupan saya, pun di masa kehamilan hingga melahirkan. Jadi tak heran, jika anak-anak pun tumbuh besar dengan tarian dan nyanyian.

 

1655873_10202126601539050_1158640207_n
Ipank saat berusia beberapa bulan, sudah pintar menari mengikuti irama lagu

 

 

Biasanya, lagu yang saya nyanyikan untuk mereka tak terbatas hanya lagu anak-anak saja. Mulai dari Shalawatan, Ngaji, hingga lagu-lagu jadul mulai tahun 40an pun saya nyanyikan untuk mereka. Kebiasaan ini menyisakan hal lucu, sejak baru lahir ketiga anak saya baru bisa tidur nyenyak jika saya sudah menyanyikan lagu Senandung Doa yang dulu dipopulerkan oleh penyanyi lawas, Nurafni Octavia.

Setiap hari, saya mengajak ngobrol mereka melalui lagu. Kadang saya menyanyikan lagu-lagu yang pas, atau saya mengarang sendiri liriknya, dipas-pasin gitu, hehe. Ketika Ipank lahir, kebiasaan ini pun masih terus berlanjut. Kali ini lebih seru, karena yang menyanyi bukan cuma saya, melainkan juga kedua kakaknya. Ipank nangis, kita serentak bernyanyi, lagu apa saja. Hingga, di usia baru beberapa bulan, akhirnya tanpa diajari, Ipank mulai bisa menari mengikuti alunan lagu atau musik yang keluar dari mulut kami.

?

Semua itu, saya dan keluarga lakukan secara spontan, tanpa merasa repot-repot mencari tahu apa manfaat bernyanyi dan menari untuk anak. Yang saya tahu sederhana saja, dengan lagu dan tarian, apalagi lagu-lagu dan tarian yang ceria, hati dan pikiran pun ikut menjadi bahagia. That’s all.
Ketika Abinya Ipank harus pergi meninggalkan kami selama-lamanya di usia Ipank yang baru 7 bulan, saya sempat shock dan merasa gamang. Kedua anak saya yang paling besar, Hafidz dan Rayna, sejak balita tumbuh tanpa sosok dan figur ayah karena saya terpaksa berpisah dengan ayah mereka saat usia mereka masih 3 dan 4 tahun di tahun 2006. Kemudian, saya menikah lagi tahun 2011, melahirkan Ipank di tahun 2012, dan di akhir tahun yang sama, Abi pergi. Sempat stress, karena tidak terbayangkan Ipank harus kehilangan ayah di usia yang masih sangat sangat kecil. Saya yang biasanya menjadi seorang fulltime mom, akhirnya harus banting setir menjadi halftime mom and halftime dad. Waktu saya akhirnya lebih banyak di luar, karena saya harus bekerja keras untuk menjadi tulang punggung keluarga, menafkahi 3 anak dan kedua orangtua.

Terbayang, berita di TV tentang anak-anak broken home yang kehilangan kasih sayang orangtua. Ketakutan, karena memikirkan anak-anak yang harus tumbuh dalam ketidakseimbangan karena hanya memiliki figur ibu dalam hidupnya. Bagaimana mereka harus bersosialisasi, menghadapi bullyan di luar sana, berinteraksi dengan orang lain, aaaargggh ….

Namun Alhamdulillah, rupanya ketakutan saya sama sekali tidak beralasan. Ketiga anak saya tumbuh menjadi anak-anak yang baik, pintar, cerdas, juga Ipank si prematur yang saat bayi dulu sering sakit-sakitan karena tubuhnya yang belum matang sempurna. Sampai di tahap ini, saya melalui tugas dan peran saya sebagai seorang ibu tanpa belajar lebih banyak kepada ahlinya.

Alhamdulillah Ipang tumbuh ceria dan sehat …

Maka, sangat beralasan kalau saya sangat tertarik ketika mendapat undangan dari Bebelac dan BloggerCrony untuk mengikuti Talkshow tentang “Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari” yang di adakan di Sleepyhead Coffee, Jalan Gunawarman, Jakarta. Tanpa pikir panjang, saya berangkat jauh-jauh dari Bandung, karena penasaran, ingin sekali memperoleh ilmu yang bermanfaat demi tumbuh kembangnya ketiga buah hati saya. Lebih baik terlambat belajar daripada tidak belajar sama sekali bukan?

20161009_122328

Dalam Talkshow tersebut, hadir dua orang pakar keren dari Rumah Dandelion. Mereka adalah Psikolog, yaitu Nadya Pramesrani dan Agstried Elisabeth Pieter, didampingi oleh Corporate Affairs Manager PT Nutricia Indonesia, Syafarina Fauziah Nasution. Wiih, dahsyat kan?
Sepanjang Talkshow berlangsung, saya terpesona dengan penjelasan-penjelasan yang diberikan. Ternyata, apa yang saya takutkan selama ini tidak beralasan. Anak-anak, yang saya anggap hiperaktif, kesibukan saya yang banyak di luar rumah, ternyata bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Poinnya bukan kuantitas, tapi kualitas komunikasi antara anak dan orangtua. Dan komunikasi serta pelajaran di masa-masa awal pertumbuhan anak ini bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya lewat lagu/musik, dan tarian. Yess!

Jauh dari Bandung, sarapan KALAP
Jauh dari Bandung, sarapan KALAP

Menurut Mbak Nadya dan Mbak Agstried, ketika anak berusia 3-6 tahun (Ipank ada di usia tersebut), motorik kasar, motorik halus, psikososial, dan kognitif pada anak sedang mengalami perkembangan yang signifikan. Karena itulah, di usia tersebut anak harus mendapatkan penjelasan yang konkret tentang beragam kejadian yang terjadi di dunia nyata tentang suatu hal. Misalnya, jika ingin mengajari Ipank berhitung, maka saya harus memberikan contoh bendanya, “Pank, Ibu punya dua Apel dan dua Jeruk, jadi jumlah buah yang ibu punya berapa ya?”, begitu kira-kira.
Di usia ini, anak juga harus diberikan kesempatan untuk berinisiatif dan kreatif untuk mencoba hal-hal baru, selama hal tersebut tidak membahayakan dirinya. Hal ini dilakukan agar anak dapat meregulasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Oh Yess, Alhamdulillah, ternyata apa yang saya ajarkan kepada Ipank dan kedua kakaknya tidak menyalahi aturan ini #Bersyukur.

 

Mbak-mbak yang Cantik dari Rumah Dandelion dan Nutricia

 

Mbak Agstried mengungkapkan, bahwa ada 8 tingkat kecerdasan anak (multiple intelligence) yang harus dikenali, dan tingkatannya berbeda antara satu anak dengan lainnya. Kecerdasan tersebut meliputi: Kecerdasan kinestetik (kemampuan untuk bergerak mengekspresikan ide dan perasaan serta emosi tertentu), kecerdasan verbal linguistic (yaitu kemampuan dalam menggunakan Bahasa atau kalimat secara efektif baik lisan maupun tulisan), kecerdasan logika matematika (kecerdasan dalam menggunakan penalaran dan angka), Interpersonal (kecerdasan yang meliputi kemampuan memahami & berkomunikasi dengan orang lain), Kecerdasan Intrapersonal (kecerdasan dalam mengerti dan memahami diri sendiri), Kecerdasan Naturalis (memahami lingkungan alam sekitar), Kecerdasan Visual Spatial (memahami gambar), dan terakhir adalah kecerdasan musical (kecerdasan dalam memahami nada dan irama yang didengar).

Kelak ketika bersekolah, Ipank akan mendapatkan empat dari kecerdasan itu, yaitu kecerdasan logika matematika, naturali, linguistic, dan spatial. Sementara kecerdasan interpersonal dan intrapersonal ia dapatkan di lingkungan sosial anak, yang mana hal tersebut saat ini sudah ia alami sendiri. Nah, sedangkan untuk menstimulasi kecerdasan yang berhubungan dengan musik dan kinestetik, itu tugas dan tanggung jawab orangtua yang harus memfasilitasinya.

Saya merasa sangat bersyukur, karena ketiga anak saya, sudah saya bekali dengan kecerdasan musik dan kinestetik ini. Sejak dulu, saya memang tidak pernah mengajari mereka baca tulis dan berhitung seperti orangtua lain saat mereka masih balita. Bagi saya, masa balita adalah masa keemasan anak yang harus diisi dan diwarnai dengan banyak hal yang bisa mereka pelajari di sekitar mereka. Anak-anak saya, belajar mengenal angka, warna, tarian, lagu, Bahasa, semuanya dengan bermain.

Saya kira, para ibu yang membaca tulisan ini pasti tidak akan memungkiri bahwa banyak hal bisa dipelajari oleh anak secara lebih mudah lewat musik dan tarian bukan? Ternyata, berbagai penelitian menyebutkan bahwa musik dan gerak tubuh (tarian) terbukti mampu meningkatkan kemampuan anak baik secara kognitif (IQ) maupun personal sosial (EQ). selain itu, kegiatan belajar melalui lagu/musik dan tarian juga terbukti mampu mendekatkan anak dan ibu secara emosional, dan hal ini saya rasakan betul manfaatnya.

Sungguh acara yang sangat bermanfaat!

Talkshow ditutup setelah para peserta yang hadir diberikan tantangan berkelompok untuk membuat lirik lagu anak yang bertema Nama Bulan, Membereskan Mainan, dan Menolong. Kelompok saya mendapatkan tema yang kedua yaitu membereskan mainan. Wadduuh, tentu ini bukan hal yang sulit buat saya yang sangat suka mengarang bebas buat nyuruh-nyuruh anak #eh. Hahaha …

 

Moms, mau ikutan berbagi cinta lewat tarian L.O.V.E dan dapetin kesempatan untuk merebut hadiah berlibur ke Singapore serta puluhan hadiah seru lainnya? Yuk ikuti 3 langkah mudah berikut ini:

 

5

 

Ipank sudah doong ikutan bikin video Berbagi Cinta Lewat Hebatnya Menari! Yeaaaah, meski gerakannya jauh dari instruksi sang emak cute hahahaha, tapi setidaknya, Ipank sudah layak dinominasikan menjadi Dancing King di rumah kami, Tariiiiik, Paaaaaank! Yuk tonton videonya, dan jangan lupa subsccribe yaa ….

 

 

Jangan lupa ikutan ya, Moms! Kalau berhasil menang hadiah berlibur ke Singapore, jangan lupa ajak-ajak saya dan Ipank!

 

Mawar Cantik Untuk Moms yang Membaca Artikel ini
Mawar Cantik Untuk Moms yang Membaca Artikel ini

About LygiaPecanduhujan

Check Also

il_570xn-783471446_ltmm

[UBER BAGIAN 2]: uberMOTOR Siap MemBIRUkan Bandung!

Lygiapecanduhujan.com – Hi, Guys! Gue balik lagi nih, dengan informasi seputar Uber yang pastinya lebih …

16 comments

  1. Ipank lucu bangeeeet dari ipank yang mungil jadi tembem, yuk joget bareng pank 😀

    Rizvan juga mau joget L. O. V. E aah

    Sun sayang buat ipank :*

  2. Keren banget review & videonya! Dance LOVE nya juga ciamik, pantesan menang buat berangkat ke Medan, selamat ya buuu 🙂

  3. Ahh..aku jadi ikotan nari love juga niy Teeh…
    *jempol2 nya doang ma kepala

    Kompaknya yaa emak.sama anaknya, sukses deh narinya!!

  4. Demi ilmu yang bermanfaat jarak jauh jadi terasa dekat ya maaaak. Bener banget mak, yang penting kualitas komunikasi dengan anak ya mak. Ucul banget liat ipank joget2 maaak, hahaha.

    • LygiaPecanduhujan

      hehehe, betull, saya mah gitu orangnya, kalau bermanfaat, meski di seberang lautan pasti deh… cek atm dulu. wkwkwkwk

  5. gak percuma yaa jauh dr Bandung acaranya seru banget niih…
    ipank sm mamanya kompak yaa

  6. Anakku ngajak joget Hi5 terus tapi emaknya kok ya males banget hehe.

    • LygiaPecanduhujan

      heheehe, ayo mak semangaaat.. mumpung anak masih ngajak. sedih deh kalau anakanak udah pada gede dan pada punya acara masing masing, hiks

  7. Akhhh gemezzzz… seru yah bisa mengungapkan dengan menari

  8. Ipank lucuuu, narinya jagoan. Artikelnya lengkap banget teh, makasih uda sharing.

    Sukses ya lombanyaaaaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *